Mencoba Coding Example Arduino LCD 20x4 I2C

Pada artikel ini saya akan sharing lagi tentang Dasar Arduino, dimana kita akan mencoba menghubungkan LCD (Liquid Crystal Display) dengan Arduino dan menampilkan tulisan. LCD yang akan kita coba gunakan adalah LCD Karakter 20x4. Sebetulnya untuk LCD yang populer penggunaannya adalah LCD 16x2 karena praktis untuk menampilkan informasi mengenai sensor dan status dari project Arduino.

Perbedaan LCD 20x4 dan LCD 16x2 adalah pada jumlah baris dan kolom yang bisa ditampilkan pada LCD. LCD 20x4 bisa menampilkan 20 kolom karakter dengan 4 baris karakter, sehingga karakter (tulisan) yang ditampilkan akan lebih banyak dibandingkan LCD 16x2. Pada LCD yang dipasaran ada 2 macam yaitu tanpa modul I2C dan dengan modul I2C. LCD tanpa modul I2C memerlukan sekitar 12 koneksi, yang bisa membuat kita kehabisan pin GPIO. Ini akan bermasalah ketika kita memerlukan beberapa pin GPIO untuk dikoneksikan dengan modul sensor, modul button atau perangkat lainnya di arduino.

Nah, dengan menggunakan modul I2C, kita bisa meringkas koneksi antara Arduino dengan LCD, karena kita hanya membutuhkan 4 pin saja. I2C atau Inter Integrated Circuit ini adalah modul serial dua arah menggunakan dua saluran yang didesain sedemikian rupa sehingga bisa mengirim maupun menerima data. I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa dan mengirimkan informasi data antara I2C dengan pengontrolnya, Jadi kalau sampeyan ingin menghemat penggunaan pin GPIO pada Arduino dan tidak mau ribet merangkai kabel-kabel koneksinya, gunakanlah LCD yang sudah ada modul I2C-nya. Walaupun tanpa modul I2C, LCD tetap bisa digunakan untuk menampilkan teks atau karakter yang diinginkan.

Bagaimana dengan penempatan karakternya ? Pada dasarnya LCD 16x2 dan LCD 20x4 tidak berbeda dalam mengatur penempatan karakternya. Kita cukup menggunakan perintah setCursor, misalnya lcd.setCursor(10,3): yang maksudnya adalah kita menempatkan karakter (huruf/angka) pada kolom 10 dan baris ke-3.

Spesifikasi lengkap untuk LCD 16x2 dan LCD 20x4 bisa dilihat pada Datasheet berikut. Datasheet LCD 16x2 dan Datasheet LCD 20x4

Untuk lebih jelasnya langsung kita praktekkan saja yuk....


Cara Menghubungkan LCD 20x4 (16x2) dengan Modul I2C ke Arduino UNO

Dengan modul I2C kita bisa menghubungkan LCD ke Arduino dengan 4 kabel jumper seperti skema dibawah ini:
Jika sampeyan tidak menggunakan Arduino UNO akan ada perbedaan untuk menghubungkan Arduino dengan modul I2C LCD. Selengkapnya sebagai berikut :
BoardSDASCL
Arduino UnoA4A5
Arduino NanoA4A5
Arduino Micro23
Arduino Mega 25602021
Arduino Leonardo23
Arduino Due2021
Lokasi Pin SDA dan SCL berbeda-beda untuk setiap Arduino. Jadi sampeyan sesuaikan saja ya dengan Arduino yang sampeyan gunakan

Alat dan Komponen yang digunakan

Alat yang dibutuhkan untuk Belajar Dasar Arduino menggunakan LCD dengan modul I2C ini adalah :
  • Arduino UNO R3 (atau Arduino Nano)
  • LCD 2004 20x4 (atau LCD 1602 16x2)
  • Modul I2C (kalau sampeyan beli LCD yang belum ada modul I2C tersolder dibelakangnya)
  • Kabel Jumper
  • Software Arduino IDE dengan Library I2C
Pada praktek di artikel ini saya menggunakan Library LiquidCrystal_I2C. Jika Arduino IDE sampeyan belum ada Library ini sampeyan bisa mendownload langsung dengan cara : Klik Tools > Manage Libraries.

Saat klik Manage Libraries sampeyan akan dibawa ke jendela Library Manager. Ketik LiquidCrystal_I2C lalu Install.

Pada saat sampeyan menginstall Library I2C tersebut nantinya akan termasuk Coding Example yang bisa sampeyan manfaatkan untuk berbagai project nantinya. Sampeyan hanya perlu mengedit coding sesuai dengan kebutuhan sampeyan.

Memeriksa I2C LCD Address

Secara default, kebanyakan modul I2C menggunakan default address '0x27', tapi untuk beberapa batch/manufacturer bisa berbeda address-nya. Kadang ini yang membuat LCD tidak menampilkan tampilan yang sudah kita programkan. Bisa blank atau hanya kotak-kotak yang tampil. Untuk itu kita perlu memeriksa address I2C, walaupun tidak harus dilakukan sih...

Pada website Arduino, sampeyan bisa menemukan contoh sketch simple untuk melakukan scan bus I2C, yang kemudian akan menampilkannya pada Serial Monitor. Berikut ini contoh sketch tersebut yang sampeyan bisa copy dan gunakan:


Setelah sketch diatas diupload, buka Serial Monitor dan akan tampil seperti berikut ini:

Catat address yang ditampilkan, karena mungkin nanti sampeyan perlu untuk mengedit coding LCD sampeyan.

Coding Example Dasar yang ada Untuk LCD I2C

Untuk mencoba LCD yang sampeyan punya masih berfungsi dengan baik atau sampeyan perlu beli yang baru, sampeyan bisa menggunakan coding example yang ada di Software Arduino IDE. Buka Ardunio IDE lalu klik File > Examples > LiquidCrystal_I2C > HelloWorld. Atau sampeyan bisa copy paste Coding Example berikut yang bisa sampeyan manfaatkan:


Ada beberapa fungsi berguna lainnya dari Library I2C ini. Seperti misalnya fungsi clear(), home(), blink(), noBlink. Untuk pembahasan fungsi-fungsi tersebut nanti saya buatkan artikel terpisah ya...

Fungsi-fungsi ini nanti bisa sampeyan gunakan untuk mengedit karakter saat sampeyan ingin memanfaatkan LCD ini untuk membuat jam digital atau untuk menampilkan parameter lain terkait modul lain seperti parameter sensor ultrasonik HC-SR04.

Tentang ini, bisa sampeyan lihat di artikel saya 'Membuat Penggaris Digital'. Jika sampeyan tertarik memanfaatkan LCD ini untuk membuat Jam Digital, nanti saya buatkan artikel (dan video-nya).
Silahkan Subscribe Youtube Channel Tatas JP untuk update tentang artikel ini.

Kita belajar dan praktek bersama ya...

Post Navi

Post a Comment

0 Comments

Close Menu