Cerita Dari Penyintas (Survivor) Covid-19 Yang Melakukan Isolasi Mandiri Di Rumah


Ini dari cerita teman saya sebut saja mas Bob, yang adalah seorang dosen di sebuah kampus swasta di Kota Surakarta. Beliau ini berdomisili di Surakarta (Kabupaten Surakarta, kalo gak salah...bukan Kotamadya Surakarta). Cerita ini beliau ceritakan di WAG Alumni, dan menjawab pertanyaan teman-teman alumni yang ingin tahu bagaimana awal mula beliau di diagnosa Covid 19 sampai kemudian melakukan IsMan (Isolasi Mandiri) di rumahnya.

Ceritanya begini:
Bermula dari tanggal 23 Desember 2020, mas Bob melakukan test Rapid Antigen dan dinyatakan positif. Beliau dan Istrinya hasil test Rapid-nya positif sedangkan anaknya negatif. Kemudian beliau ini memutuskan untuk menitipkan anaknya di rumah kakaknya untuk mencegah terjadinya penularan, seandainya beliau dan istri benar-benar terinfeksi virus Covid-19.

Tanggal 28 Desember 2020, beliau dan istri kemudian melakukan test Swab PCR dan hasil testnya adalah positif Covid-19. 
Kalau ditanya gejala awalnya bagaimana, menurut beliau sebetulnya beliau ini berobat ke RS karena demam dan suhu badan yang tinggi (± 39℃) dan diagnosa awalnya adalah sakit typhus. Nah mungkin sudah protokol standar periksa di RS sekarang harus lengkap dengan test Rapid Antigen, maka beliau ini harus test Rapid Antigen. 

Gejala berikutnya adalah hilangnya rasa dan kemampuan membaui dari indra penciuman. Terkait dengan gejala ini makanya banyak beredar anjuran bahwa tahap awal mendeteksi Covid-19 adalah dengan mencoba menghirup minyak kayu putih atau aromatik lainnya. Jika sampeyan sudah tidak bisa mencium aroma minyak kayu putih, minyak telon dan sebangsanya maka sampeyan sebaiknya melakukan Rapid Test Antigen secepatnya.

Setelah itu dahak mulai banyak, ini yang perlu diwaspadai karena hal ini berarti sudah mengindikasikan gangguan di paru-paru. Menurut beliau, treatment yang coba dilakukan adalah berusaha mengeluarkan sebanyak mungkin dahak. Caranya dengan menghirup tissue yang sudah dibasahi minyak kayu putih, dihitup dalam-dalam sampai tersedak sehingga dahak banyak keluar.

Ada satu posisi yang di share seorang dokter di Florida, Amerika untuk cara mengeluarkan dahak ini. Posisi ini disebut posisi PRONING. Posisi ini dilakukan dengan cara bersujud, atau tidur tengkurap dengan posisi kepala menghadap ke bawah.
Posisi Proning - dok. Berbagai Sumber

Posisi PRONING (tengkurap) dapat digunakan untuk orang yang menderita sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome - ARDS) untuk memperbaiki pernapasan mereka. Pada bulan April 2020, Intensive Care Society mengeluarkan pedoman untuk penggunaan posisi tengkurap dengan penderita COVID yang sadar, dan merekomendasikan bahwa perlu dicoba untuk semua pasien yang sesuai.
Video Penjelasan Posisi Proning seperti berikut ini

Apa Saja Yang Harus Dilakukan Saat Harus Isolasi Mandiri

Saya tadinya mengira bahwa kalo kita Isolasi Mandiri di rumah itu kita tidak melakukan apa-apa. Ternyata saya salah. Walaupun inti dari Isolasi Mandiri itu adalah istirahat yang banyak dan meningkatkan daya tahan tubuh, ternyata ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti berikut ini:
  1. Sediakan Oxymeter dirumah sampeyan. Oxymeter ini adalah alat yang berfungsi untuk mengatur saturasi dalam tubuh. Jika saturasi Oxygen dalam tubuh kurang dari 95, itu artinya sampeyan mesti waspada, terutama kalo sampeyan tidak punya riwayat penyakit Paru.
  2. Gunakan cairan pembilas hidung yang berfungsi sebagai pembersih hidung dan melancarkan saluran pernafasan. Lakukan 3x sehari.
  3. Berkumur dengan menggunakan obat kumur antiseptik sebanyak 3x sehari. Ini berguna untuk membersihkan virus yang ada di rongga mulut dan tenggorokan.
  4. Lakukan latihan pernapasan secara berkala. Alat bantu yang dibisa digunakan untuk latihan pernapasan ini adalah sedotan dan gelas yang berisi air yang diberi cairan antiseptik. Caranya: tarik nafas, lalu buang nafas melalui sedotan secara perlahan sampai udara di dalam paru-paru terasa habis. Dengan membuang nafas panjang itu akan membantu mengeluarkan udara kotor dari paru sampeyan.
  5. Kondisikan tidur sampeyan terngkurap sesering mungkin dengan bantal yang menopang bagian dada dari wajah anda (posisi PRONING). Hal ini penting karena dalam keadaan tengkurap pertukaran Oksigen dalam paru menjadi lebih lancar.
  6. Konsumsi obat dan vitamin seperti Vit C dan Zinc sesuai anjuran Dokter.
  7. Jika kondisi dirasakan semakin memberat, segera periksakanlah diri sampeyan ke Rumah Sakit atau Klinik terdekat.
Ada satu tulisan (yang katanya) dari tulisan dr. Siti Fadilah Supari (mantan Menteri Kesehatan RI) seperti ini, saya copy paste-kan ya...
Pertama kita harus tahu bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi itu hanya reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang.

Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa. Katakanlah Covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas .

Maka pengobatan nya adalah :
  • Istirahat Total ( ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi ). Benar-benar istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahatnya.
  • Suplai vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum Farmaton Vit 2x sehari, Ester C 1000 mg 2x sehari, Madu 5 sendok, Habbats Cair 5 kapsul, Zaitun 3 sendok.
  • Jika sesak nafas ( karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya). Jadi tidak usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu.Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus ( bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mudah dan tidak berbahaya ). Diuapi sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dengan semakin membaiknya kondisi tubuh.
  • Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan.
  • Sakit tenggorokan diobati dengan Metyl Predynoasolon dan pereda nyeri nya Asam MaFenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh.
  • Kalau demam tinggal panasnya diturunkan dengan Paracetamol ( perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan demam.
  • Hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nanas, semangka. Makan buah Jeruk saja, jeruk itu bagus.
  • Selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikir kerjaan, tidak usah mikir lain-lain ( ini yang akan bantu buat percepat sembuhnya).
Oh iya, kalau teman saya ini katanya ditambah mengunyah bawang putih 1 siung setiap hari. Katanya sih rasanya pedes, kemranyas (sriwing-sriwing seperti mint), lalu ditelan. Ini berguna untuk melegakan perut. Terus jika ada demam (badan panas) harus banyak minum air putih anget untuk membantu menurunkan suhu badan dengan mempersering buang air kecil.
Panduan yang Digunakan - dok. Pribadi
Jangan lupa, lakukan olahraga kecil (jangan sampai ngos-ngos'an) dan jangan berlebihan. Karena kalau sampai ngos-ngosan saturasi Oksigen dalam tubuh akan turun.

Kalau memang tidak ada riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, jantung atau penyakit paru, Isolasi Mandiri di rumah lebih recommended, agar terhindar dari penularan-penularan dan menulari pasien lain.

Sedikit curhatan dari teman saya ini; beliau ini tanggal 24 Desember 2020 sudah melapor dan jujur ke Puskesmas setempat mengenai hasil Rapid Test Antigen-nya yang positif itu, kata orang Puskesmas sih akan dipantau kesehatannya dan dikirimi obat dan vitamin, tapi kenyataannya nol besar. Teman saya ini kemudian 
Baru hari Senin tanggal 4 Januari kemarin teman saya ini di Whatsapp pihak Puskesmas dan disuruh isolasi di tempat isolasi yang disediakan Pemda setempat selama 2 hari.

Teman saya ini coba tanya-tanya ke temannya yang pernah menjalani isolasi di tempat yang disediakan Pemda tersebut, eh katanya cuma disuruh foto, tanda tangan kehadiran jadi pasien. Lalu disuruh tiduran aja, dan hari berikutnya udah disuruh pulang disangoni baju batik. Jadi sepertinya foto dan data teman saya ini (sepertinya) akan dijadikan bukti untuk pencairan dana Covid-19.

Lha pas masa kritis dari tanggal 24 Desember, boro-boro beneran di datengin dan dikirimi obat...sama sekali tidak diperhatikan. Jadi buat apa coba disuruh dan mau dijemput terus suruh isolasi di tempat Isolasi Pemda cuma 2 hari.

Berita Terkini dari pak Dosen - dok. Pribadi

Rencananya besok Senin tanggal 11 Januari, teman saya ini akan test Swab PCR lagi setelah 15 hari menjalani Isolasi Mandiri. Semoga hasilnya negatif dan analisa dokter semuanya naik sehingga beliau bisa berkumpul lagi dengan anak dan saudara lainnya.

Semoga segalanya akan segera membaik dan dipulihkan ya mas Dosen....
Jangan banyak pikiran lalu depresi gara-gara Covid-19....
Tetap tersenyum dan Salam Sehat serta Bahagia selalu



Load disqus comments

0 Comments