Sejarah Hanyalah Milik Para Pemenang

"Kamu tidak pernah tahu, betapa kejamnya mereka saat mereka berjaya....lalu bila kemudian mereka ditumpas habis sampai ke akar-akarnya, setimpal bukan dengan perbuatan mereka"

"Kamu tidak pernah tahu, bagaimana rasanya diseret dan digiring ke pinggir kali kemudian mendengar rentetan senapan dan satu persatu kawan di sampingmu terjengkang mati meregang nyawa...menunggu salah satu pelurunya menjungkalkanmu"

"Yang kamu tahu hanya sepenggal dialog film 'Darah itu merah Jendral...semerah darah rakyat'....tapi pernahkah kamu tahu kengerian yang sebenarnya pada waktu itu ?"

Lalu seperti biasa, kakek itu secara berapi-api menuturkan kisahnya. Kisah tentang dirinya yang dulu rajin ke mushola dan selepas sholat isya' lalu bebincang dengan guru ngajinya tentang Revolusi.
Tentang Pemimpin Besar Revolusi Presiden Seumur Hidup Ir. Sukarno yang seringkali berapi-api berteriak 'Ganyaaaang Malaysiaaaa' lewat corong RRI.

"Aku orang Masyumi, Cong....dulu kita adalah musuh besar kaum 'kiri'....banyak diantara teman-teman ngajiku dulu taun 1948 yang diculik pagi-pagi buta sebelum subuh dan tak pernah kembali lagi. Ingat mata ganti mata...gigi ganti gigi, jadi wajar toh kalo kemudian kita balas dengan membantai mereka"

"Kamu tahu Cong...Gerwani itu apa....mereka sekumpulan pelacur tengik yang menari-nari telanjang saat pemudanya menghabisi para Jendral itu di Jakarta sana...makanya wajar toh kalau kemudian Djuminem, kembang desa yang ternyata Gerwani itu ditangkap, diarak telanjang lalu harus mau digilir setiap malam melayani pemuda-pemuda yang ronda.....wong Gerwani itu pelacur...ndak salah tho..."

"Lha itu bu dokter Ningsih....dari kampung kulon kali itu....dia itu kan bapaknya PKI. Makanya kalo kowe sakit jangan sampai berobat sama dia nanti kamu disuntik terus ikut jadi Atheis....ndak percaya Tuhan Allah"
"Padahal bapaknya itu Lurah dulu....sering ngumpulin orang di pendopo rumahnya....orang-orang suruh antri berbaris untuk cap jempol terus dikasih beras dan minyak seplastik....eh gak taunya orang-orang yang sering dikumpulin itu PKI semua....untung aku gak pernah ikut antri...kalo dulu aku ikut lak bisa ikut diciduk aku"

"Dulu itu pas Gestok banyak tuh orang kampung sebelah yang ngungsi lari ke hutan karena takut didata sama pak Babin....diangkut ke Koramil iso gak mbalik Cong....seperti kang Warsino si tukang jagal sapi itu....tak kiro wong apikan....eh ternyata pas digeledah, di lemari bajunya ada bendera dan kaos palu arit tho...lha yo langsung diangkut ke Koramil tanpa ba bi bu e o....modar dia....padahal aku dulu sering ketemu subuhan bareng dia.... Lha koq ternyata munafik sembahyangnya....wong atheis ndak percaya Tuhan mana mungkin sembahyang, mesti cuma apus-apusan yo..."
"Jangan-jangan yang dulu dia jagal-jagalin itu gak cuma sapi thok yo.... "

Dan seperti sebelum, sebelum dan sebelumnya....aku hanya manggut-manggut terpesona mendengarkan dongengnya

_______________________________________________________________________________

*Sejarah hanyalah milik para pemenang
Load disqus comments

0 Comments