Meletakkan Canang (Sesaji), Salah Satu Ritual Bersyukur Masyarakat Bali

photo by Ch. Cita

Bali, adalah Pulau (nya) Dewata. Dimana pada setiap tarikan nafas masyarakatnya selalu dipenuhi rasa syukur pada Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa).
Ada sebuah Konsep kosmologi yang sampai saat ini dipegang teguh oleh masyarakat Bali, yaitu Tri Hita Kirana. Pada hakekatnya, Konsep Tri Hita Kirana ini menekankan pada tiga hubungan manusia dalam kehidupannya di dunia ini. Ketiga hubungan ini meliputi hubungan manusia dengan Tuhan-nya, hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar-nya. Ketiga hubungan ini saling terkait satu sama lain sehingga setiap hubungan masyarakat Bali akan berujung pada pedoman hidup menghargai semua aspek di sekitarnya. Dari hubungan-hubungan inilah yang kemudian menciptakan keseimbangan sehingga manusia Bali akan selalu terjaga dalam hidup tenteram, damai terhindar dari segala tindakan buruk yang membuat ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan.

Saput Poleng

Pernahkah sampeyan perhatikan bahwa ada satu corak kain Bali yang dengan mudah sampeyan lihat di berbagai sudut Bali, Kain (sarung) kotak-kotak Hitam Putih. Kain ini disebut Saput Poleng yang akan sampeyan temukan dipasang di pura, patung, bangunan, atau pohon. Kain ini memiliki makna filosofis sebagai refleksi dari kehidupan masyarakat baik dan buruk, yang dalam agama Hindu disebut Rwa Bhineda. Dua sifat yang bertolak belakang, yakni hitam-putih, atas-bawah, baik-buruk, dan suka-duka.

Canang

Di Bali, Agama tidak sekedar menyembah atau berdoa pada Tuhan saat membutuhkan sesuatu. Suatu saat kalau sampeyan ke Bali, perhatikanlah, di perempatan jalan, di halaman depan rumah, dibawah pohon, di dekat batu atau hampir di seluruh tempat di Bali, sampeyan akan menemukan Sesajen berbentuk Kotak yang terbuat dari daun kelapa dengan beragam bunga dan lain-lain yang ada didalamnya. Dalam Istilah Bali, Sesajen dikenal dengan nama Canang Sari. Secara Etimologi, Canang Sari di peroleh dari perpaduan kata 'sari' (inti, esensi) dan 'canang' (wadah anyaman daun kelapa) yang merupakan sebuah kata benda dengan tingkatan bahasa halus yang memiliki arti "sirih". Kata 'canang' sendiri terdiri atas 2 suku kata bahasa Kawi, 'ca' (indah) dan 'nang' (tujuan), sehingga jika dijabarkan pengertian canang akan menjadi sebuah sarana yang bertujuan untuk memohon keindahan (sundharam) ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa.

Canang sari

Banyak yang beranggapan bahwa orang Bali (Hindu) menyembah berhala, karena berdoa menghadap batu (di pura) atau karena meletakkan sesajen di bawah pohon, di depan patung. Padahal secara esensi, Canang atau sesaji tersebut merupakan simbol persembahan harian kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai ungkapan syukur atas kedamaian yang telah diberikan pada dunia. Filosofi dari proses memberikan persembahan (sesaji) ini, sebenarnya melambangkan proses pengorbanan diri sendiri, sebab diperlukan waktu, tenaga dan dana untuk mempersiapkan persembahan setiap hari-nya. Dan masyarakat Bali tetap setia dengan prosesi ini.

Inilah yang kemudian membedakan masyarakat Bali dengan orang-orang yang mengaku beragama, tapi memberhalakan agama-nya. Agama itu adalah 'Way of Life', dimana seharusnya mereka yang mengaku menyembah Tuhan dan tidak menyembah berhala, menghayati proses pertemuannya dengan Tuhan melalui sesama manusia (apapun suku dan kepercayaannya) dan alam sekitarnya. Dan Bali bisa tetap bertahan dalam tradisi yang secara turun temurun diajarkan dan menjadi 'lelaku' dan perilaku karena masyarakat Bali tidak menjadikan agama sebagai komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama.

Agama, bagi masyarakat Bali tidak sekedar menjadi hobi, trend dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa agar bisa merasa bahagia. Agama adalah jalan yang semestinya dihayati dan menjadi gerak, nafas dan nadi, seperti masyarakat Bali menjalankan tradisi dan budaya-nya, sehingga akan bisa menemukan wajah-wajah Tuhan...setiap hari


"Terima kasih Baliku...untuk budaya dan alammu"
Load disqus comments

0 Comments