Pada dasarnya semua kebijakan pelaku usaha akan bermuara pada Ekonomi. Demikian juga kebijakan pelaku usaha di masa Covid-19 ini. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini, pelaku usaha (pengusaha) dan para penentu kebijakan tentu akan berpikir dan memutuskan sesuai dengan hitung-hitungan ekonomi.
Presiden Jokowi Meninjau Kesiapan Mall Buka
Presiden Jokowi saat Peninjauan Kesiapan Pembukaan Mall di Bekasi - dok. Berbagai Sumber

Dampak Ekonomi yang (diperkirakan) mungkin terjadi, untuk Pemilik Usaha, Karyawan, Buruh dan Para Pekerjanya akan terkait dengan tindakan yang diputuskan untuk diambil. Ada 3 Level dampak ekonomi yang mungkin saja bisa terjadi, yaitu :
  • Dampak Ekonomi Rendah (Low Economic Impact)
Pada tingkatan yang paling dasar ini (Level 1), Pemilik Usaha menerapkan kebijakan untuk memproteksi Pekerjanya dengan Alat Pelindung Diri. Perusahaan sebatas memfasilitasi pengadaan APD serta melengkapi Pekerjanya dengan Masker, Hand Sanitizer, (mungkin) Sarung Tangan, Face Shield dsb. Bahkan mungkin Perusahaan juga memfasilitasi Pekerjanya dengan mengadakan Rapid Test Covid-19.

Tapi apakah ini efektif ? Untuk taraf pencegahan penyebaran Covid-19, pilihan ini sebetulnya memiliki efektifitas yang rendah dalam membendung sebaran virus Covid-19. Akan tetapi, dampak ekonomi terhadap diri dan keluarga si pekerja juga yang paling rendah, karena para pekerja tetap bekerja sehingga dari segi bisnis dan perputaran ekonomi tidak akan terpengaruh secara signifikan.

  • Level Tingkatan Resiko Terkontrol (Level of Risk Control)
Pada tingkatan ini setidaknya ada 3 hal penting yang harus dilakukan, yaitu Administrative ControlEngineering Control dan Subtitution

Administrative Control maksudnya adalah mengubah kebiasaan Pekerja dengan cara menyediakan hand sanitizer dan membiasakan cuci tangan sebelum dan setelah bekerja. Disini Perusahaan atau Pemilik Usaha tidak lagi hanya sebatas yang penting menyediakan, tapi harus sampai ke tahap mengedukasi lalu membiasakan Pekerjanya untuk lebih menjaga kebersihan diri (tangan).
Sementara Engineering Control maksudnya adalah dengan mempersiapkan alat-alat bantu di lokasi kerja Pekerja dengan membuat pembatas transparan, mengontrol jalur keluar masuk pekerja sampai memastikan bahwa Pekerja yang aktif bekerja sudah dilakukan test, baik itu Rapid Test atau Swab Test.
Jika Pemilik Usaha agak kurang yakin dengan kedua metode diatas, maka ada 1 Metode lagi yaitu Subtitution. Metode ini dilakukan dengan pengurangan jam kerja, atau dengan memindahkan Pekerja untuk bekerja #dirumahaja atau yang populer dengan istilah Work From Home.

Soal efektifitas, pada tindakan dan perlakuan pada level ini tentu akan lebih efektif dalam membatasi kemungkinan penyebaran atau terpaparnya Pekerja dari kontaminasi virus Covid-19. Akan tetapi, level ini akan sangat berdampak pada ekonomi usaha. Ekonomi akan melambat karena Omset yang sudah di rencanakan bisa jadi tidak akan pernah tercapai. Penjualan Produk melambat (atau bahkan terhenti), Produktivitas Pekerja menurun sedangkan biaya operasional akan tetap seperti saat sebelum pandemi.

  • High Economic Impact
Ini adalah level dampak ekonomi terburuk. Pada level ini Pemerintah akan melakukan Lockdown sehingga seluruh aktivitas ekonomi akan terhenti seketika. Perusahaan tidak lagi bisa berproduksi karena harus menyetop produksi secara total. Pekerja terkurung di rumah dan tidak bisa bekerja sehingga penjualan semua sektor komoditas akan berhenti total.

Bagaimana efektifitas dalam membendung penyebaran virus Covid-19 ?
Dengan minimnya interaksi sosial maka secara fisik penyebaran virus Covid-19 (dipercaya) akan bisa dihentikan...untuk sementara.

Pilihan Resiko ini tentunya akan sangat dihindari oleh Pemilik Usaha dan Investor, karena dengan berhentinya perputaran bisnis dan usaha tentunya akan berhenti pula perputaran uangnya.
National Institute for Occupational Safety and Health
NIOSH's Hierarchy of Control - dok. Covid 19 Safety Protocol

Lalu bagaimana mempersiapkan Protokol Safety agar nantinya Pekerja bisa kembali bekerja, dengan kondisi Normal Baru (New Normal) ?
Ada 3 tahapan Persiapan yang harus dipersiapkan sesuai dengan Periode waktunya.
  • Remote Period
Pada tahapan ini, lakukan perencanaan waktu transisi yang dibutuhkan, buat prototype aturan temporary dan (kemungkinan) aturan permanen yang akan dilaksanakan berdasarkan hasil analisa impementasi nantinya.

Lakukan sosialisasi via web conference atau meeting online mengenai aturan Social Distancing, Kebersihan Ruang Kerja. Bentuk Team Gugus Tugas Covid-19 di tingkat perusahaan.
Pada Periode ini Pekerja harus memiliki komitmen untuk mau merubah kebiasaan hidupnya untuk hidup lebih sehat. Sosialisasikan alat pelindung diri pribadi yang harus dimiliki, dibawa dan dipergunakan dari mulai berangkat kerja sampai pulang kerja. Di masa ini Online Training untuk seluruh team Pekerja akan memegang peranan penting.
Online Training - dok. Berbagai Sumber
  • Transition Period
Siapkan Area Kerja dengan membuat jarak kerja sesuai dengan aturan Physical Distancing yang sudah di sosialisasikan Pemerintah. Misalnya mengatur jarak meja kerja, menggunakan alat bantu untuk membuka pintu, menambah ventilasi udara dan mengatur aliran udara dalam ruangan ber-AC.
Atur Jarak Area Kerja - dok. Berbagai Sumber
Dan jika memungkinan, atur waktu kerja shift per shift dan waktu istirahatnya sehingga tidak terjadi Pekerja yang bergerombol dengan jarak yang relatif berdekatan.