Ajining Diri Ono Ing Lathi, You Can't Run and You Can't Hide

#LathiChallenge
You Can't Run - dok. Pribadi

I was born a fool
Broken all the rules
Seeing all null
Denying all of the truth

Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn't something we fought for

Never wanted this kind of pain
Turned my self so cold and heartless
but onething you should know

'Kowe ra iso mlayu soko kesalahan, ajining diri ono ing Lathi'

Pushing through the countless pain
And all I know that this love's a bless and curse

Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn't something we fought for

Never wanted this kind of pain
Turned my self so cold and heartless
but onething you should know

'Kowe ra iso mlayu soko kesalahan, ajining diri ono ing Lathi'

Lagu ini sedang viral dan jadi perbincangan di jagad maya. Coba deh sampeyan googling dengan kata kunci Lathi maka akan langsung keluar semua bentuk dari lagu ini, baik versi original-nya ataupun versi cover-nya. 
Apalagi kemudian muncul #LathiChallenge dengan segala kreativitas dari para konten kreator (termasuk saya ?).

Menurut pencipta lagunya, Weird Genius (namanya aja udah Jenius yang Aneh..hehehe), inti lagu ini adalah menceritakan tentang seseorang yang tenggelam dalam hubungan cinta, tapi hubungan dia dan pasangannya gak sehat....kalo dalam bahasa anak sekarang tuh Toxic Relationship gitu....
Jadi sama sekali gak ada tuh kaitannya sama tuduhan netijen julid negeri seberang bahwa lagu Lathi ini adalah lagu pemujaan setan....

Helloooo...sampeyan tau gak tarian budaya Jawa yang sampeyan bilang syirik dan memanggil Roh Kuda Kepang....eh jangan-jangan sampeyan malah gak tau arti sesungguhnya dari lirik lagu yang kemudian divisualisasikan dengan tampilan seperti itu ?
Oooo...kasian...kasian....kasian.
Visualisasi 'Dark Side' - dok. Berbagai Sumber

Saya tidak mau berpanjang-panjang memperbesar cerita kontroversi lagu Lathi ini....kita ngomongin perihal Toxic Relationship-nya aja ya...

Sebagaimana info yang saya kutip dari Healthline, ada beberapa ciri yang menandakan hubungan sampeyan sedang atau sudah menjadi Toxic Relationship, salah satunya adalah komunikasi yang beracun sehingga sering berujung pada adu mulut, bertengkar mengenai hal-hal yang awalnya sepele. Selain itu ada rasa ingin mendominasi hubungan, cemburu berlebihan dan ketidak jujuran pada pasangan juga akan membuat hubungan sampeyan menjadi Toxic.

Berikut ini contoh-contoh karakter pasangan yang bisa membuat hubungan menjadi hubungan beracun, sebagaimana di tulis di laman Healthscope:
  • Sering Mencela dan Meremehkan
Karakter jenis ini bertujuan kuat demi menjaga harga dirinya agar pasangan tidak menentang kontrol absolut yang ia inginkan. Makanya ia akan gemar meremehkan, mencela serta mengolok-olok pasangannya dan akan terus menganggap apa yang dipikirkan dan dikerjakan oleh pasangannya sama sekali tidak berharga.

Jika kemudian sampeyan mentolelir perilaku tersebut untuk waktu yang cukup lama, maka hal ini akan membuat sampeyan percaya bahwa sampeyan tidak bisa membuat keputusan yang baik. Akhirnya ya sampeyan akan terus-terusan mengalahkan ego dan menyampingkan pendapat sampeyan sendiri...yang mungkin secara implementasi pendapat sampeyan bahkan lebih benar dari pendapat si toxic ini. 
  • Bertemperamen Buruk
Karakter ini seringkali berbahaya, karena 'diluar' dia akan nampak sebagai sosok yang menyenangkan dan disukai banyak orang. Tetapi dihadapan sampeyan, dia akan berubah sebaliknya.
Dia bisa begitu mudah marah-marah dan emosi karena permasalahan sepele tetapi kemudian dibesar-besarkan sehingga membesar dan jadi perdebatan serius. Ada kalanya dia akan marah-marah bahkan untuk masalah yang sama sekali tidak jelas, lalu akan membuat dirinya merasa menjadi yang paling menderita dalam menjalani hubungan.
Perdebatan yang kontra produktif dengan si toxic ini tentunya kemudian akan membuang-buang waktu serta memberikan tekanan emosional dan cenderung akan mengganggu kesehatan mental sampeyan.
  • Pendorong Rasa Bersalah atau Tukang Menyalahkan
Karakter ini akan mendorong sampeyan untuk selalu merasa bersalah dalam setiap persoalan. Dia mungkin tidak 'menyalahkan' secara langsung, tetapi dengan cara yang halus sehingga membuat sampeyan sendiri merasa atau tampak berada di pihak yang bersalah. Dampaknya, sampeyan tidak bisa atau tidak berani memberikan keputusan-keputusan alternatif dalam hubungan karena terkurung rasa bersalah.

Sebaliknya karakter Tukang Menyalahkan (Deflector) akan selalu mencari celah untuk balik menyalahkan sampeyan. Si Tukang Menyalahkan ini tak akan perduli betapa sedih, kecewa dan marahnya sampeyan terhadap kesalahan yang dia buat. Dia bakal terus berupaya menunjukkan bahwa bukan dirinya yang bersalah dengan menyodorkan segala argumen masalah yang balik dia katakan untuk menyalahkan sampeyan. Sekalipun masalah yang dia sodorkan itu tidak berkaitan dengan kemarahan sampeyan. 

Pokoknya...apapun masalahnya, sampeyan yang salah...Titik.
  • Terlalu Penurut atau Terlalu Mengontrol
Karakter yang 'terlalu manut' (terlalu penurut) akan selalu mengiyakan keputusan sampeyan. Disini sampeyan jadi tidak punya second opinion atau keputusan pembanding yang bisa saja keputusan yang sampeyan putuskan itu belum tentu benar. Tanpa adanya keputusan pembanding, karena semua keputusan sampeyan itu dia telan dan jalankan begitu saja, ya tinggal tunggu waktu saja suatu saat ketika keputusan sampeyan itu berakibat buruk maka akan berimbas pada kehidupan semua orang.

Sebaliknya karakter yang terlalu mengontrol kerap akan menggangap sampeyan tidak mampu mengambil keputusan, sehingga dia akan mengatur semua urusan sampeyan sampai urusan yang privat dan terkecil sekalipun. Karakter ini lama kelamaan akan berubah menjadi diktator kecil untuk hubungan dan kehidupan sampeyan. Jika ketemu atau berhubungan dengan orang seperti ini, maka jangan harap kemudian sampeyan bisa bebas memutuskan sesuatu atau banyak hal untuk apapun yang akan sampeyan lakukan.
  • Tukang Memanfaatkan (Benalu)
Karakter Benalu ini adalah racun yang akan sangat mematikan untuk hubungan sampeyan. Si Toxic ini tidak akan pernah perduli kepada sampeyan dan kehidupan sampeyan. Selama ia mendapatkan apa yang ia mau, orang dengan karakter ini akan terlihat begitu baik dan manis di depan sampeyan. Sebaliknya jika dia tidak mendapatkan yang dia inginkan maka ia akan dengan mudah meninggalkan atau bersikap buruk terhadap sampeyan.
  • Posesif
Karakter posesif akan berusaha membelenggu dengan rasa cemburu yang begitu besar. Sampeyan akan dibatasi ruang dan gerak bahkan perilaku sampeyan. Karakter ini bisa jadi merupakan hasil perpaduan dari berbagai macam karakter diatas yang sudah saya sebutkan. Dia tiba-tiba bisa berubah menjadi si Pengatur, tiba-tiba berganti menjadi Tukang Menyalahkan atau malah ada unsur temperamen buruk yang kemudian akan merantai kebebasan sampeyan.

Kalau di visualisasikan dalam videoklip lagu Lathi, karakter-karakter diatas disimbolkan menjadi rantai yang membelenggu.

Sedikit cerita dari pengalaman pribadi, saya pernah terjebak dalam Toxic Relationship dengan orang yang Toxic (menurut saya lho....). Orang yang Toxic ini biasanya tidak pernah menyadari kalo dirinya Toxic sehingga meracuni sekitarnya. Demikian juga orang yang diracuni kehidupannya oleh si Toxic ini, dia tidak akan sadar bahwa dia sedang diracuni. 
Tapi suatu saat....BOOM...semua emosi bisa meledak seketika saat ada (sedikit) masalah yang akhirnya akan mengakibatkan kerusakan mental dan emosional siapapun yang di dekatnya. Seberapa parah kerusakannya, tergantung seberapa lama emosi dan semua rasa yang tidak mengenakkan sampeyan pendam dan sampeyan tekan.

Jika sampeyan sedang mengalami ciri-ciri kehidupan dan hubungan seperti dibawah ini, waspadalah kalau sampeyan sedang bersama atau berhubungan dengan orang yang Toxic. Ciri-cirinya kurang lebih seperti missalnya:
  • Selalu merasa buruk dan gak nyaman setiap saat yang mungkin di sebabkan perlakuan yang tidak mengenakkan secara verbal atau non verbal terhadap sampeyan.
  • Merasa gak berani atau kesulitan bilang 'TIDAK', walaupun apa yang dilakukan, diputuskan dan diminta si Toxic ini gak sesuai dengan diri dan kepribadian sampeyan.
  • Sampeyan merasa tidak punya privasi atau privasi sampeyan terganggu, ini biasanya ketika sampeyan ketemu dengan orang yang berkarakter Posesif.
  • Sampeyan merasa selalu saja ada masalah dan tidak bisa terselesaikan yang kemudian akan menjadi tumpukan-tumpukan masalah, lalu ya ujung-ujungnya meledaklah masalah-masalah itu dipicu satu hal yang sepele.
Untuk bisa lepas dari Toxic Relationship ini tidaklah mudah, semudah teori-teori psikologi dan bacaan-bacaan di website. Ini bisa jadi karena si Toxic yang tidak bisa melepaskan sampeyan dari hidupnya dengan berbagai macam alasannya.

Solusinya ya cuma 1....Sudahi hubungan sampeyan. Kalau sampeyan tidak bisa (tidak mau) menyudahi ya hidup sampeyan akan begitu terus. Ambil Keputusan Tegas

Ingat, dibutuhkan tekad serta keberanian yang kuat untuk keluar dari hubungan yang beracun tersebut. And all I know that this love's a bless and curse, itu kata-kata dari lirik lagu Lathi. dan memang benar, Cinta itu bisa menjadi berkah atau kutukan, tinggal bagaimana dan dengan siapa kita menjalaninya.

Dalam sebuah hubungan, idealnya ada komitmen untuk saling menghargai, memelihara, memulihkan serta menghidupkan. Dan seperti kata-kata Daniel Baskara Putra 'Bersama tapi Meracuni, untuk apa ?'

Kowe ra iso mlayu soko kesalahan, ajining diri ono ing Lathi yang arti harfiahnya: Kamu tidak bisa menghindar/melarikan dari kesalahan...tapi...harga diri itu ada pada Lisan/Ucapan/Lidah. 
Disini maknanya adalah seseorang bisa saja kehilangan atau memiliki harga diri berawal dari lisan/ucapan. Harga diri sampeyan bisa direndahkan secara verbal oleh si Toxic. Atau si Toxic justru yang tidak punya harga diri karena tidak mampu menjaga komitmen dan janji yang diucapkan

Jadi kata-kata itu bukan mantra pemujaan setan seperti kata netijen yang tidak tau bahasa atau budaya Jawa tapi ngetwit dengan gaya menggurui dan sok tau...
Coba dilihat lagi yuk video-nya, bagian mana yang dibilang itu pemujaan setan....


Sebetulnya secara lengkap kata-kata di lagu (yang berbahasa Jawa) itu adalah peribahasa (dalam bahasa) Jawa sebagai berikut :

Ajining rogo soko busono, Ajining diri gumantung kedaling lathi

Yang artinya Penampilan dinilai dari pakaian dan Harga diri dinilai dari ucapan (lisan)
Kalo menurut pepatah melayu sih 'Mulutmu Harimaumu'...
Atau sekarang berubah jadi 'Jarimu Harimaumu'....
Makanya buat netijen julid, hati-hati ya kalau nge-tweet...
Load disqus comments

0 Comments