Hati-hati ! Modus Penipuan Dengan Menggunakan Kode BRIVA

Jaman sekarang, ditengah kesulitan masyarakat akibat pandemi Covid-19 dan disaat semua orang butuh uang, ada saja pihak-pihak yang mencari uang dengan cara yang tidak halal. Berbagai modus penipuan berganti-ganti dilakukan. Dari Penipuan dengan Modus SMS Transfer Pulsa sampai cara yang paling klasik, Modus Hadiah Langsung Tanpa Diundi.
Penipuan BRIVA
Hati-Hati dengan Nomor Kartu Debit - dok. Pribadi

Agar Sampeyan semua waspada, info berikut ini mungkin bisa sampeyan jadikan Alarm Peringatan kemungkinan besar sampeyan sedang di telpon oleh seorang Penipu.

  • Alarm 1: Nomor Telepon
Hati-Hati jika yang menghubungi sampeyan itu nomor telepon seluler alias nomor Mobile Phone. Kalau sampeyan sudah terlanjur menjawab telpon itu, segera sudahi percakapan sebelum sampeyan diberikan instruksi-instruksi yang membingungkan yang kemudian membuat sampeyan gak bisa mikir jernih. Karena seringkali para penipu ini sengaja membuat kita bingung saat kita sedang sibuk atau tidak fokus karena sambil melakukan sesuatu, sehingga kita cenderung seperti terhipnotis mengikuti perintah mereka tanpa kita sadari.

Pihak Bank atau instansi kantor tertentu biasanya akan menghubungi sampeyan lewat Call Center atau nomor telepon kantor Fix Line dengan kode area, kalo kantor pusatnya di Jakarta ya kode areanya 021.
Penelpon (penipu) dengan menggunakan Mobile Phone biasanya akan segera mematikan dan atau mengganti nomor telponnya saat penipuannya berhasil, agar (merasa) aman karena susah untuk bisa dilacak lagi.

Ini membuktikan bahwa kebijakan regulasi Kemkominfo tentang Registrasi Nomor Mobile Phone dengan e-KTP saat beli nomor baru, tidak memberikan manfaat yang maksimal dalam mengurangi penipuan

  • Alarm 2: Ucapan Salam
Customer Representatif atau Customer Service atau apalah namanya yang mewakili suatu instansi, tidak akan pernah mengawali percakapan via telpon dengan Salam Religius. Biasanya SOP-nya untuk CS mengawali percakapan telepon adalah dengan Salam Selamat (Pagi/Siang)...saya Anu dari Bank Anu... terus bla...bla...bla gitu deh

  • Alarm 3: Iming-Iming Hadiah atau Reward
Waspada dengan telepon yang menginformasikan bahwa sampeyan telah mendapatkan Poin Program Reward atau Hadiah Langsung atau Poin yang bisa ditukarkan dengan sejumlah hadiah tertentu.

Modus yang dilancarkan selanjutnya, mereka akan mengirimkan SMS OTP (One Time Password) yang kemudian sampeyan akan diminta menyebutkan nomor Kartu Debit atau Valid Date atau nomor yang lain. Dengan OTP dan nomor-nomor tersebut, mereka akan bisa mengakses data-data pribadi yang seolah-olah akan mereka cocokan.
SMS OTP yg Dikirim dari Server Bank - dok. Pribadi

Penipu jenis ini tergolong pintar karena mereka seperti hacker-hacker di film yang beroperasi menggunakan data-data kita untuk bisa mengelabui dan meyakinkan kita.

Waspadalah karena pihak Bank manapun tidak akan pernah menginformasikna pengumuman pemenang atau pemberian hadiah tertentu mellui telpon. Pengumuman pemenang program akan selalu diumumkan melalui media tertilis berupa surat resmi dan atau pengumuman yang di kantor Unit Kerja.
Jadi kalau ada telpon yg ngomong tentang pengaktifan kode poin atau kode voucher untuk ditukarkan.... ITU BOHONG

  • Alarm 4: Bicara Tentang PIN Transaksi
Pihak Bank tidak akan pernah menanyakan, meminta kita menyebutkan atau meminta kita mengetikan PIN untuk memgakhiri SMS (yg katanya) untuk aktivasi poin atau register nomor kupon. Apalagi kalau perintah SMSnya ketik BAYAR bla..bla.. Nomor bla...bla....bla. Nah kalau sampeyan akhirnya mengikuti perintah ketik tersebut.... Selamat... Karena sampeyan sudah masuk jebakan Betmen. 

Contoh transaksinya seperti berikut ini
SMS Banking Penipuan BRIVA - dok. Pribadi

Untuk Contoh SMS diatas, BAYAR BRV 88810087838552264 3xxxx, itu artinya adalah sampeyan akan melakukan TOP UP Aplikasi DANA dengan kode DANA 88810 +087838552264 (No. Telpon yang didaftarkan pada Aplikasi DANA) sejumlah Rp 3xxxx.

Bagaimana kalau sudah terlanjur (tertipu) mengikuti arahan Penipu dan bertransaksi M-Banking seperti contoh? 

Langkah Pertama adalah langsung telpon Call Center yang nomornya ada dibalik kartu Debit/ATM (kalo BRI Call Centernya 14017 atau 1500017. Buat laporan kesalahan transaksi lalu blokir Kartu Debit dan M-Banking atau Internet Banking sampeyan. 
Selanjutnya sampeyan harus ke Bank untuk penggantian kartu Debit. 

Langkah Kedua: Ikhlaskan....karena kemungkinan besar transaksi tidak akan bisa di cancel dan uang sampeyan tidak akan dikembalikan oleh Bank ke rekening sampeyan lagi.... Udah pasti ilang.... Jadi anggap saja sampeyan habis donasi ke orang yang terpapar Covid-19

Semoga informasi ini membantu sampeyan agar tidak terjebak dengan transaksi yang merugikan

Ingat....Kejahatan terjadi bukan hanya karena adanya NIAT dari pelakunya tapi juga karena adanya KESEMPATAN...


Waspadalah !!!
Post Navi

Post a Comment

4 Comments

  1. Sore,๐Ÿ™ klo misalnya kita perna mengalami hal seperti ini apakah kartu ATM tetap bisa kita gunakan...? Mohon pencerahannya...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo sudah lapor ke Bank dan kartu debit di blokir sudah pasti kartu ATM tidak bisa digunakan lagi....

      Menurut saya sih mending diblokir terus ganti kartu ATM baru daripada dibiarkan malah gak diblokir nanti malah bisa dikeruk terus sama si penipu

      Delete
  2. Malam. saya baru mengalami ini, tapi di saldo saya hanya tinggal 51rb. Apa nanti bulan depan gaji saya masuk ke ATM bakal aman?
    Mohon pencerahannya๐Ÿ™

    ReplyDelete
  3. Sudah kontak ke CS BRI 14017 atau1500017 ?

    Minta blokir kartu debitnya terus nanti segera diurus penggantian kartunya....kalo saya tidak salah semua transaksi via internet atau mobile banking awalnya dari kartu debit....makanya biasanya penipu akan minta nomer kartu debitnya agar dia bisa hack dari situ....

    Coba blokir saja dulu kartunya....kalo soal transaksi yang sudah terjadi, biasanya sih gak bakal balik lagi duitnya...

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)

Close Menu