Alat Pelindung Diri (APD) | Standar Safety dan Keselamatan Kerja; Lanjutan Safety First (2)

Tiba-tiba sekarang ini ngetrend istilah APD (Alat Pelindung Diri) yang tadinya masyarakat awam tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. Hampir semua media baik televisi ataupun media online membahas tentang APD, dari mulai stock, pengadaan sampai soal kelangkaannya. Yang paling simpel adalah masker. Masker yang tadinya hanya dipakai oleh petugas medis saat melakukan pembedahan atau paling banter dipakai dan disediakan para driver ojol untuk customernya secara free....sekarang menghilang bersembunyi di sudut-sudut gudang para penimbun, tengkulak dan para oportunis.
Produsen masker banyak yang keteteran karena tingginya permintaan masker dan sulitnya bahan baku pembuatan, sehingga banyak produsen masker rumahan yang kemudian mulai memproduksi masker dari bahan baku kain yang bisa dicuci.

Saya tidak ingin membahas lebih lanjut tentang produksi masker dan APD medis yang sekarang sedang berada di Top List Daftar Pencarian Barang. Apa yang akan sampeyan baca diartikel ini mungkin tidak ada hubungannya dengan soal kelangkaan APD atau cara pembuatan APD anti Covid-19. Karena apa yang ada diartikel ini adalah Mengenai Standar Pemakaian Alat Pelindung Diri untuk Industri, yang berkaitan dengan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Alat Pelindung Diri Painting
Standar Alat Pelindung Diri Painting - dok. Pribadi


Matrik Alat Pelindung Diri Industri

Langkah Pertama adalah buat Matrik APD, agar bisa dibuatkan data untuk kebutuhan di semua Area. Matrik APD disusun berdasarkan daftar Jenis Pekerjaan Operator Mesin dan Areanya, karena setiap mesin akan berbeda kebutuhan APD-nya. Untuk Plan Produksi Metal Stamping, kurang lebih seperti ini Matriknya
Matrik Alat Pelindung Diri - dok. Pribadi
Selanjutnya setiap area kerja perlu dibuat Standar APD sesuai Standar Keselamatan masing-masing operator-nya. Ada beberapa APD yang common use atau diperlukan untuk semua operator, misalnya Helm Lapangan dan Safety Shoes.

Baca: Mengecat Lantai Pabrik Sesuai Standar Safety | Lanjutan Safety First (1)

Macam-macam Alat Pelindung Diri

Misalnya Standar Alat Pelindung Diri untuk Area Workshop sebagai berikut:
Standar Alat Pelindung Diri Area Workshop - dok. Pribadi
Untuk standar Workshop, Helm Lapangan berfungsi untuk pengaman apabila ada benda-benda kerja yang tanpa sengaja terlepas dari pencekaman dan melompat dari mesin. Kaca mata berfungsi untuk melindungi mata dari serpihan (tatal) besi yang terlempar saat pengerjaan seperti misalnya untuk operator mesin bubut, operator mesin milling, operator mesin grinding dan lain-lain. Kemudian untuk Safety Shoes (yang diujung depannya ada plat besinya) berfungsi untuk mengamankan kaki (jari-jari) dari kemungkinan kaki kejatuhan benda kerja. Sayangnya, untuk bengkel-bengkel bubut skala UMKM APD ini jarang dipenuhi perusahaan sehingga masih banyak operatornya yang hanya memakai sendal jepit atau sepatu kets biasa.

Masker kain (masker bedah/masker ojol) diperlukan untuk operator Grinding karena serpihan besi akibat proses gerinda biasanya berbentuk serbuk yang halus sehingga bahaya kalau terhirup tanpa sadar. Namun sangat disayangkan dengan kondisi tingginya kebutuhan masker untuk masyarakat akibat virus Covid-19 akhirnya menimbulkan kelangkaan masker ini. Padahal sebelum musim virus Covid-19, masker ini mudah didapatkan di toko alat bangunan biasa.
Ada juga Masker Respirator yang dilengkapi dengan filter atau biasa disebut Masker Corong Babi. Masker ini berguna untuk area yang berhubungan dengan bahan kimia atau untuk area dengan tingkat polusi udara tinggi, karena banyak partikel dan serbuk yang berterbangan.

Ear Plugs (penutup telinga) diperlukan untuk mengurangi kebisingan yang bisa merusak fungsi pendengaran manusia. Sebetulnya untuk Industri, ada standar kebisingan maksimal menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-48/MENLH/11/1996, yaitu 70 dB (desibel). Oleh karena itu untuk pengoperasian mesin dengan tingkat kebisingan yang tinggi, diperlukan ear plugs untuk menutup telinga.

Kemudian Cover Lengan (manset) dan Cover Nadi yang berguna untuk melindungi lengan dan pergelangan dari resiko sobek terluka akibat plat besi yang tajam. Cover Lengan berguna juga untuk melindungi lengan dari paparan panas akibat pengerjaan pengelasan. Untuk pekerjaan welding, diperlukan juga Apron pelindung dada, bentuknya sama seperti Apron masak cuma biasanyanya bahannya dari kulit.

Sarung Tangan, untuk sarung tangan yang biasa dipakai ada Sarung Tangan Rajut (4 benang, 5 benang, 6 benang atau 8 benang), Sarung Tangan Karet dan Sarung Tangan Kulit. Untuk sarung tangan seringkali operator yang tidak mau tangannya kotor malah pakai, padahal ada mesin-mesin yang malah berbahaya jika operatornya menggunakan sarung tangan, seperti mesin bubut, mesin miling dan mesin bor. Untuk mesin dengan benda kerja yang berputar cenderung berbahaya jika operator memakai sarung tangan, karena ada kemungkinan sarung tangannya tersangkut kemudian tangan si operator tertarik putaran mesin.

Jadi tidak semua Alat Pelindung Diri cocok digunakan di semua area, karena pada prinsipnya APD digunakan untuk melindungi diri dari pekerjaan tertentu dan area tertentu.
Jangan kemudian menjadi parno dan bodoh seperti ilustrasi berikut ini ya....
Penggunaan Baju Hazmat dan APD Medis untuk Berbelanja - dok. Berbagai Sumber
Waspada sih harus...tapi Paranoid terus jadi kelihatan bodoh....jangan ya
Load disqus comments

0 Comments