New Normal Sektor UMKM, Sebuah Keniscayaan Masa Transisi Menuju Masa Aman, Sehat dan Produktif

Dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang seringkali diabaikan atau mungkin (sengaja) orang cuek (masa bodoh)  karena dianggap remeh temeh. Hal-hal tersebut sebetulnya cukup mengganggu dan merupakan cerminan menipisnya tenggang rasa kita...saya dan sampeyan pada sekitar kita.
Orang seringkali akan bilang 'Ah...biasanya juga begitu...' dengan tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menyebalkan tersebut.

Sekarang...sudah tidak bisa lagi saya, sampeyan dan semuanya seperti itu.

Biasakan melakukan yang benar....jangan membenarkan yang biasa dilakukan. Karena dengan kondisi saat ini maka kita semua harus mau mengubah kebiasaan. Mengubah kebiasaan dari yang tadinya jorok dan sering abai dengan kesehatan diri sendiri (apalagi kesehatan orang lain), menjadi lebih mau menjaga kebersihan (minimal cuci tangan-lah)...itu sangat susah memang.
Perubahan
Mari Berubah - dok. Screenshot Laudato Si

Tapi kalau mau sehat dan selamat...ya berubahlah.

'Saya tuh males kalau disuruh-suruh pakai masker...pengap...toh kalau memang sudah digariskan untuk sakit ya sakit aja....'

'Eh tong...ini sudah bukan masalah lu yang sakit terus koit...kalo lu ngomong begitu ya sono dah lu jongkok di tengah jalan tol...coba aja dah kalo lu gak di cipok Inova ya Inovanya yang gak selamet karena banting setir ngindarin biar lu gak celaka'.

Sekarang kita bicara kondisi New Normal yang saat ini sedang gencar-gencarnya di dengungkan dimana-mana. Kondisi tatanan New Normal ini bagaimanapun juga...mau-gak mau...siap-gak siap...bisa-gak bisa ya harus sampeyan, saya, kita dan mereka akan jalani. Kemana-mana harus pakai masker....kalo mau masuk mall, swalayan atau kantor, jidatnya mesti di scan kaya belanjaan di mart-mart. Belum lagi mesti bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19 kalo mau bepergian...eh kenapa cuma bebas Covid-19 aja...kenapa gak sekalian bebas HIV, sipilis dan penyakit menular lainnya ya.

Semuanya jadi ribet dan perlu effort yang lebih....tapi itu kan karena kita tidak terbiasa atau malah seringkali membiasakan hal yang tidak benar. Kalo soal pake masker, kan sama saja dengan pakai helm pas naik motor. Seringkali saya, sampeyan dan orang-orang yang ngeyelan gak mau pakai helm dengan alasan gerah...pengap...males...atau ah kan dekat cuma kesitu doang. Padahal pake helm itu ya demi keselamatan, kalo amit-amit...kita apes terus jatuh pas naik motor. Bukan karena takut ditilang pak Polisi yang ngumpet razia di pengkolan jalan.

Semua yang mesti kita lakukan sekarang ini ya namanya tindakan preventif...tindakan pencegahan. Ya kalo gak mau mikir tentang kesehatan dan keselamatan orang lain minimal mikir buat kesehatan dan keselamatan diri sendirilah. Karena saya yakin bahwa se-sosial sosial-nya kita sebagai makhluk sosial kita ini sejatinya makhluk yang dilengkapi ego (yang kadang berlebih) yang akan memikirkan diri sendiri dulu ketimbang memikirkan orang lain. Ya gitu deh kira-kira...

Kembali ke soal New Normal atau Tatanan Normal Baru atau Masa Transisi menuju Masa Aman, Sehat dan Produktif, saat ini semua sektor harus mau berbenah jika ingin survive. Kecuali ya kalo mau diam saja terus bilang pasrah terima nasib dari Gusti Allah.
Nah berikut ini saya rangkumkan hal-hal (minimal) yang perlu diperhatikan atau langkah preventif yang harus disiapkan untuk para Pekerja Informal dan Pengusaha Kecil Sektor UMKM.

Ada beberapa Protokol Kesehatan yang harus sampeyan perhatikan dan jaga selama melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi biar dapur tetep ngebul dan gak cuma teriak "mana bantuan pemerintah".
Berikut ini beberapa contoh hal yang mesti sampeyan perhatikan ya...terutama jika sampeyan para pekerja informal dan atau pengusaha UMKM:

  • Toko Kelontong, Pedagang Sayur di Pasar dan Pedagang Sayur Keliling

New Normal Toko Kelontong, Pedagang Sayur di Pasar dan Pedagang Sayur Keliling
New Normal Pedagang Toko Kelontong, Tukang Sayur Mangkal dan Tukang Sayur Keliling - dok. KerjaCovid
Untuk Pedagang Toko Kelontong dan Pedagang Sayur Keliling setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan yaitu:
- Harus pakai Masker (wajib ya...)
- Selalu Cuci Tangan atau minimal pakai Hand Sanitizer terutama setelah memegang barang dagangan
- Kebersihan Etalase (gerobak), semprotkan desinfektan pada permukaan yang sering disentuh
- Kebersihan barang dagangan
- Sediakan tempat terpisah untuk uang pembayaran dan uang kembalian.

Kalau Pedagang Sayur di Pasar atau yang Mangkal lebih dititik beratkan pada Kebersihan sayur dagangannya. Jadi usahakan tutupi barang dagangan dengan plastik atau di simpan dalam wadah tertutup, jangan biarkan di tempat terbuka yang memungkinkan adanya droplet yang menempel di sayuran dagangannya.

  • Pedagang Warung Makan, Barista dan Pedagang Makanan Keliling

New Normal Warung Makan, Barista dan Pedagang Keliling
New Normal Pedagang Warung Makanan, Barista dan Pedagang Makanan Keliling - dok. KerjaCovid
Untuk Pedagang Warung Makan, Barista dan Pedagang Makanan Keliling, setidaknya ada 6 hal yang harus diperhatikan, yaitu:
- Gunakan Masker (wajib ya...)
- Cuci bahan makanan mentah dengan air mengalir sebelum diolah.
- Siapkan cairan desinfektan untuk membersihkan meja, kursi dan gerobak
- Bantu pelanggan mengambil makanan yang dipesan, hindari sistem prasmanan dan selalu gunakan sendok, garpu atau alat lain untuk mengambil makanan yang disajikan.
- Untuk Barista, larang pelanggan untuk memegang dan membaui biji kopi.
- Siapkan 2 tempat terpisah untuk uang pembayaran atau uang kembalian.
- Atur pelanggan dalam batas jarak antrian atau tawarkan take away untuk makanan/minuman yang dipesan jika tidak memungkinkan makan di tempat.

  • Tukang Jahit, Pekerja Konveksi dan Pekerja Laundry

New Normal Tukang Jahit, Pekerja Konveksi dan Laundry
New Normal Tukang Jahit, Pekerja Konveksi dan Usaha Laundry - dok. KerjaCovid
Di Sektor Usaha Pakaian dan Konveksi serta Usaha Laundry, ada 4 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Kenakan Masker (ini masih hal yg wajib ya) 
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah bekerja.
- Gunakan sarung tangan ketika bekerja
- Bersihkan dan semprot peralatan kerja (mesin jahit/mesin cuci)  dg desinfektan setelah digunakan. 
- Jaga kebersihan kain atau bahan pakaian yang sedang di kerjakan, kalau perlu cuci kain yang sudah selesai dikerjakan.
- Pisahkan pakaian masing-masing pelanggan

  • Pekerja Bengkel, Pekerja Cuci Steam dan Tukang Cukur

New Normal Pekerja Bengkel, Cuci Steam dan Tukang Cukur
New Normal Pekerja Bengkel, Cuci Steam dan Tukang Cukur - dok. KerjaCovid
Sektor Usaha Jasa seperti Bengkel Mobil-Motor dan Cuci Steam Mobil-Motor, berikut ini hal yang perlu diperhatikan:
- Pakai masker sebagai salah satu APD pakaian kerja. 
- Cuci Tangan sebelum dan sesudah bekerja.
- Semprotkan desinfektan ke kendaraan pelanggan, terutama jok (motor-mobil) dan stir
- Lakukan penyemprotan desinfektan pada alat-alat kerja.
- Bekerja sendiri, jangan bergerombol melakukan pekerjaan service atau pencucian....biasanya pas mencuci bagian interior mobil.
- Buat antrian pelanggan dan atau minta pelanggan meninggalkan kendaraan dan pulang ke rumah saat diservice....sediakan layanan antar saat kendaraan selesai dikerjakan. 
- Pisahkan kotak uang pembayaran dan uang kembalian.

Untuk tukang cukur perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Gunakan masker, face shield, apron dan minta pelanggan pakai masker juga. 
- Sterilkan alat yang digunakan (pisau cukur, gunting, sisir) dengan cara merendamnya dalam air panas selama kurleb 30 menit. 
- Sediakan handuk dan penutup cover badan sekali pakai untuk pelanggan. 
- Semprotkan desinfektan ke kursi dan kaca serta ruangan setelah selesai
- Jangan gunakan AC, buka jendela untuk sirkulasi udara

Panduan Pekerja Bengkel, Pekerja Cuci Steam dan Tukang Cukur

  • Driver Ojek Online, Tukang Parkir dan Loper Koran

New Normal Driver Ojol, Tukang Parkir dan Loper Koran
New Normal Driver Ojek Online, Tukang Parkir dan Loper Koran - dok. KerjaCovid
Untuk Pekerja Informal Driver Ojol yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
- Pakai masker (selalu ini....wajib hukumnya), pakai jaket dan helm bersih... Untuk penumpang sebaiknya bawa helm sendiri. 
- Semprotkan desinfektan pada jok, stir, dan handel belakang setelah menurunkan penumpang. 
- Bila mengantarkan barang, bersihkan permukaan pembungkus, semprotkan desinfektan sesaat setelah terima barang.
- Siapkan kantong terpisah untuk uang pembayaran dan kembalian.
- Jangan bergerombol saat beristirahat.... Jaga jarak sampeyan

Bagi Tukang Parkir, berikut ini hal-hal yang perlu jadi perhatian:
- Siapkan 2 masker untuk ganti selama bekerja.
- Pakai baju lengan panjang dan celana panjang. 
- Siapkan tempat untuk menyimpan peluit saat tidak digunakan
- Bawa hand sanitizer dan siapkan 2 kantong untuk tempat uang pembayaran dan kembalian. 

Untuk loper koran, perhatikan hal berikut ini:
- Siapkan 2 masker untuk ganti selama bekerja.
- Bersihkan dan semprotkan desinfektan pada stang sepeda yang digunakan.
- Bawa selalu hand sanitizer. 
- Bungkus koran atau majalah dengan plastik, apabila koran atau majalah tersebut langsung diantar ke pelanggan. 


Dari semua pekerjaan tersebut diatas, ada kesamaan protokol yang harus dilakukan, yaitu setelah selesai bekerja. Ini protokol umumnya:
- Lepaskan semua APD (masker, jaket, sepatu, baju kerja) sebelum masuk dalam rumah.
- Semprot semua uang yang diterima dengan desinfektan dan diangin-anginkan sampai kering. 
- Rendam dan langsung cuci pakaian yang digunakan beraktifitas di luar rumah. 
- Segera mandi dengan sabun.
Protokol New Normal Sesudah Bekerja
Protokol Umum Sesudah Bekerja - dok. KerjaCovid

Ribet ya.... Banget... 
Apalagi buat sampeyan yang biasa slebor dan males mandi setelah beraktifitas. Tapi ya itu harus sampeyan lakukan sebagai tindakan preventif.... 

Selanjutnya ya tergantung sampeyan...
Mau ikut mengubah kebiasaan agar sampeyan, keluarga dan sekitar tetap sehat dan selamat....atau mau beresiko sampeyan bawa oleh-oleh virus Covid-19 ke keluarga dan sekitar sampeyan.

Oalaaah tong.... Bawa oleh-oleh koq virus.... 
Load disqus comments

0 Comments