Mendadak Prewed di Pura Ulun Danu Beratan

Gambar Pura di Mata Uang RI

Pura Ulun Danu Beratan ini adalah tempat wisata pertama yang kami kunjungi, setelah melakukan perjalanan panjang menggunakan moda transportasi darat dari Jakarta sampai di Bali. Dengan total jarak yang ditempuh kurang lebih 1.300 km melewati jalan tol Transjawa dari tol Jagorawi lanjut masuk tol Cikampek, trus tol Cipali sampai tol terakhir Probolinggo Jawa timur. Dari tol Probolinggo lanjut lewat jalan arteri (karena tol Probowangi belum selesai) sampai di Pelabuhan Ketapang, menyebrang ke Pelabuhan Gilimanuk dan lanjut lagi perjalanan darat langsung menuju Bedugul, Bali. Total waktu tempuh untuk perjalanan darat dari Jakarta sampai di Bali tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 26 jam, sudah termasuk beberapa kali mampir di Rest Area sepanjang jalan tol untuk sekedar makan, ngopi dan nglempengin kaki.

Sekilas Tentang Pura Ulun Danu Beratan

Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul adalah Pura terbesar ke dua di Bali setelah Pura Besakih. Secara Administratif, Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Sekitar 50 km di Utara kota Denpasar, di pinggir Jalan Utama Bedugul-Singaraja. Pura Ulun Danu Beratan terdiri atas lima kompleks Pura dan ada satu Stupa, diantaranya :
  • Pura Penataran Agung
Pura ini menghadap ke selatan dan dapat dilihat setelah memasuki candi bentar menuju Beratan. Pura ini ditujukan untuk memuja Tri Purusha Siwa yaitu Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa
Pura Ulun Danu
Pura-pura Prewed di depan Pura Penataran Agung


  • Pura Dalem Purwa
Didalam Pura Dalem Purwa terdapat tiga Pelinggih Utama yaitu Pelinggih Dalem Purwa sebagai tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran, Bale Murda Manik sebagai balai pemaruman dan Bale Panjang sebagai tempat meletakkan upakara. Pelinggih (tempat pemujaan sebagai perwujudan yang dipuja/diupacarai) yang terdapat di Pura ini menghadap timur, serada di tepian danau Beratan sebelah selatan.
  • Pura Taman Beiji
Pura Taman Beiji ini difungsikan untuk upacara ngebejiang (menyucikan sarana upacara) dan memohon tirta (air). Tidak hanya itu, Pura ini juga difungsikan sebagai tempat melasti oleh masyarakat sekitar. Letak Pura ini ada di sisi timur Hotel Enjung Beji dan tidak dikelilingi oleh tembok.
  • Pura Lingga Petak
Pura Lingga Petak ini bisa sampeyan lihat bentuknya dalam pecahan uang Rp 50.000,- tahun cetak 2005. Ada 2 bangunan suci di komplek ini yaitu Pura Tengahing Segara yang bertingkat 11 dan Pura Lingga Petak yang bertingkat 3. Didalamnya terdapat sebuah sumur keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu, yang diyakini sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan. Tidak hanya itu, dalam Pura ini juga terdapat batu lingga yang berwarna putih, yang diapit batu merah dan hitam, mungkin dari Lingga yang berwarna putih tersebut maka Pura ini dinamakan Pura Lingga Petak.
Ada dua Pelinggih dalam pura ini yaitu Pelinggih Meru Tumpang Solas yang menghadap ke arah selatan dan Pelinggih Meru Tumpang Telu yang memiliki empat pintu menghadap empat arah mata angin.
  • Pura Prajapati
Terdapat pohon beringin besar sebagai penanda. Pura ini difungsikan sebagai istana Bhatari Durga, dan mempunyai Pelinggih yang menghadap barat. Pura inilah yang pertama akan ditemui pengunjung sesaat setelah melewati tiket box dan masuk ke area Danu Beratan
  • Stupa
Stupa ini menghadap ke selatan dan terletak diluar area utama komplek Pura Ulun Danu Beratan. Stupa ini memberi makna adanya harmoni dan keselarasan antar umat beragama.

Secara keseluruhan Kompleks Pura ini berada di tepian Danau Beratan yang dikelilingi perbukitan Bedugul. Letak Pura yang berada di teinggian 1.239 mdpl, menjadikan Pura Ulun Danu ini berhawa sejuk di bawah 25 derajat Celcius. Saran saya, kalo sampeyan ingin berkunjung ke Pura ini, sebaiknya dilakukan pagi hari ketika kabut telah turun sehingga pemandangan alam sekitar secara keseluruhan bisa terlihat dengan jelas.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan di Danau Beratan

Di danau Beratan, sampeyan bisa menyewa perahu atau speed boat, jika sampeyan punya waktu sepanjang hari di danau ini. Menikmati sejuknya udara pegunungan dengan berjalan kaki mengitari kompleks Pura yang cukup luas sambil berfoto-foto juga bisa sampeyan lakukan.
Pura Ulun Danu
Yoko's Family dan Pura Lingga Petak
Spot foto favorit para wisatawan yang berkunjung disini adalah di area depan Pura Lingga Petak. Di depan Pura tersebut juga banyak fotografer-fotografer lokal yang mencari rejeki sebagai tukang potret, sebagaimana layaknya tukang potret di tempat-tempat wisata. Oh iya, kalau sampeyan mau melakukan foto prewedding di sekitaran Pura ini, mungkin sampeyan bisa menyewa para tukang potret ini untuk melakukan pemotretan. Cuma soal harga tarifnya berapa, ya sampeyan tanya sendiri ke Bli-Bli (abang-abang...akang-akang...mas-mas) yang pakai saroong dan iket khas Bali juga nenteng-nenteng kamera tentunya.

Tak hanya itu, sampeyan juga bisa mampir ke Kebun Raya Bedugul yang merupakan satu-satunya Kebun Raya di Bali. Di Kebun Raya ini sampeyan bisa memetik berbagai buah dan sayuran serasa memetik di kebun sendiri. Cuma dibutuhkan waktu 5 menit berjalan kaki dari Danau Beratan ini.

Cara Menuju Pura Ulun Danu Beratan

Untuk mencapai Pura Ulun Danu Beratan, jika sampeyan datang dari bandara I Gusti Ngurah Rai membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan darat. Jalan yang akan sampeyan lalui cukup tajam berliku dengan samping kiri kanan terdapat jurang. Meski begitu sampeyan akan bisa menikmati pemandangan persawahan dengan sistem irigasi Subak khas Bali, karena Danau Beratan sendiri merupakan sumber air irigasi yang digunakan untuk mengairi persawahan di sekitar Bedugul.

Uniknya lagi, sampeyan akan melewati hotel yang tidak pernah selesai serta beroperasional dan terkenal angker yang disebut 'The Ghost Palace', yaitu Hotel PI Bedugul. Dari tepi jalan sih cuma kelihatan gerbangnya saja, karena hotelnya tersebut dibangun di atas perbukitan.

Jika sampeyan tidak ingin ambil resiko, sampeyan dapat menggunakan jasa sewa mobil atau jasa travel (sampeyan bisa visit Balakosa Bali Transport) untuk membantu sampeyan mencapai tujuan.

Di sekitar area parkir yang cukup luas, ada juga berbagai kios-kios milik penduduk yang menjual hasil kebun atau oleh-oleh khas Bedugul. Ada juga warung-warung yang menjajakan makanan ringan. Atau sampeyan bisa mampir ke Mentari Restoran yang menyediakan hidangan 'all you can eat', menu favorit disini bubur ketan hitam dan pisang gorengnya yang maknyuss...
Bubur Ketan Hitam
Black Rice Porridge & Fried Banana - dok. Google

Ibu Vero - Our Trip Funder tasting Black Rice Porridge di Mentari Resto
Untuk wisatawan muslim yang ingin menunaikan ibadah sholat-pun bisa mampir ke Masjid Besar Al Hidayah yang berada di pinggir jalan Raya Bedugul.
Ada yang berpendapat Bedugul itu berasal dari paduan kata 'bedug' dan 'kul-kul'. Dua kata tersebut merupakan dua buah alat bunyi-bunyian, Bedug yang merupakan alat tabuhan khas muslim dan Kul-kul yang adalah kentongan untuk alat komunikasi masyarakat Bali. Dari sini bisa terlihat bahwa akulturasi dan toleransi antar umat beragama sangat terjaga di Bali, apapun agamanya.
Masjid Besar Al Hidayah - dok. Google

Ada Pura, ada Stupa, ada Masjid dan jika sedikit bergeser dari area Danau ada Goa Maria Bunda Karmel dan Rumah Retret Biara Karmel.
Rumah Retret Karmel - dok. Google
Gua Maria Bunda Karmel Bali
Goa Maria Bunda Karmel - dok. Google
Bali adalah kepingan surga yang jatuh ke bumi....dimana toleransi dijunjung tinggi sesuai prinsip dan azas Tri Hita Karana. Semua berdampingan dan selaras menjaga hubungan antara Tuhan, sesama dan lingkungannya...

Ya semestinya demikian Indonesia...
Load disqus comments

0 Comments