Cerita Para Pengumpul Limbah


Limbah besi sisa hasil Produksi, kalo secara bentuk mungkin sudah tidak ada lagi bentuknya. Mlungker-mlungker seperti rambut kusut yang tidak bisa disisir. Secara ekonomis, mungkin juga tampaknya seperti tidak ada harganya, karena mau untuk apa ?

Entah ide dari mana dan siapa yang memulai, Pengumpul Limbah Pabrik bisa menjadi rujukan bisnis yang cukup menggiurkan. Kalau dirunut dari asal mula siapa yang bermain Limbah ini, jawabannya mungkin adalah orang Madura. Orang Madura, (bukan berniat sukuisme dan sara lho ya...) identik dengan pengepul limbah pabrik. Mulai dari gram besi, besi potongan, mesin rongsokan, kayu palet, plastik sampai alat-alat kantor (PC, Printer, Fax, Meja, Kursi) yang tidak lagi terpakai (berharga) dan layak buang, semua ada penampungan masing-masing.

Tidak percaya, cobalah sampeyan berjalan (berkendara) menyusuri Jalan Arteri Pinggir Kalimalang, sepanjang Cibitung sampai Karawang atau sepanjang jalan Cakung - Cilincing. Disepanjang jalur tersebut ada banyak lapak-lapak yang memanfaatkan tanah (tak bertuan) dan membangun bedeng-bedeng pengepul. Ada yang spesialis mengumpulkan palet kayu, ada yang mngumpulkan palet plastik, ada yang menampung mesin-mesin rongsokan, ada yang terima potongan-potongan besi dan lain-lain. Secara sertifikat, rata-rata mereka (kaum pengepul ini) tidak punya sertifikat hak guna tanah, hak guna bangunan apalagi sertifikat hak milik. Kena gusur, atau di razia Satpol PP....sering...bahkan seringkali berujung bentrok dan ribut biasanya...karena seringkali mereka merasa sudah membayar 'sewa lapak' ke oknum penguasa lokal setempat.

Pengepul Palet Plastik Pinggir Kalimalang


Sisi Bisnis Jual Beli Limbah

Kalo kita melihat dari sisi keuntungan bisnis, bisnis Limbah ini bisa dibilang menguntungkan. Tidak percaya, mari kita hitung-hitungan secara hitungan kasarnya (bukan hitungan real lho ya)...
  • Harga Beli Limbah
    • Limbah besi (gram) biasanya dihargai kisaran Rp 1500 per kg
    • Limbah besi potongan dihargai di kisaran Rp 3000 per kg
    • Limbah kuningan (bronze) di kisaran Rp 30.000 per kg
    • Limbah palet plastik dikisaran antara Rp 50.000 - Rp 100.000 per pcs
    • Untuk limbah alat kantor, biasanya borongan per truk
    • Limbah olie bekas, biasanya per drum
    • Atau limbah cutting tool yang dibeli per kg (banyak di facebook yang menawarkan pembelian cutting tool bekas, second atau spanyol...separo nyolong)
Nah, selain pembelian limbah dengan cara transaksi resmi (pembelian lewat koperasi perusahaan atau serikat pekerja), ada juga yang dilakukan dengan cara kongkalikong dengan orang dalam perusahaan, yang tentunya praktek ini tentunya termasuk korupsi dan ilegal. Bahkan ada juga karyawan yang nakal, bermain sendiri dan mengeluarkan limbah-limbah tersebut diam-diam (mencuri)....jangan melakukan ini ya...bisa dipolisikan perusahaan lho kalo ketahuan.
  • Harga Jual Limbah
    • Untuk besi biasanya dijual ke pabrik peleburan di kisaran Rp. 6000 per kg
    • Besi Potongan (plat, pipa dan besi bulat) dijual lagi potongan dan ditimbang langsung ke customer, harganya di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 30.000 atau lebih...tergantung jenis besinya.
    • Untuk bronze, aluminium dan lain-lain dihargai kisaran Rp 50.000 per kg
    • Untuk Palet plastik langsung dijual ke pembeli kisaran Rp 200.000'an
    • Limbah alat kantor, ada proses pemilahan dan pemilihan di jual bervariasi tergantung kondisi bekasnya.
    • Demikian juga limbah cutting tool, di pilih, dikelompokkan lalu dijual per pcs dengan harga bervariasi di kisaran Rp 10.000'an per pcs
Harga jual ini saya cuma perkiraan lho...saya tidak tahu pasti berapa harga pasarannya...kalo sampeyan penasaran untuk cari tahu, silahkan tanya ke lapak-lapak yang bersangkutan
  • Biaya yang dikeluarkan Pengumpul limbah
    • Ongkos transportasi (sewa armada, bensin dan sopir)
    • Ongkos kuli
    • Sewa gudang atau lapak
    • Fee 'orang dalam' perusahaan
Ya kalo secara hitungan kasar, maka keuntungan yang didapat masih diatas 30% bahkan bisa sampai 50% dari modal (ongkos beli + ongkos angkut + ongkos kuli). 
Itu estimasi kasar saya lho ya....saya sendiri tidak begitu paham berapa besar keuntungan yang didapat dalam transaksi Jual Beli Limbah ini. Yang saya tahu hanya sekilas menilai keuntungan dari sisi peningkatan taraf hidup para pengumpul (pengepul) limbah ini. Setidaknya gak perlu sekolah tinggi (bahkan yang gak sekolahpun bisa...), asal mau, ulet dan 'berani' (berani galak, ngotot dan pakai otot) bisa survive bertahan hidup, bahkan jadi kaya dengan cara bisnis limbah ini.

Jadi jangan cuma teriak-teriak "Direbut Asing, Direbut Robot, Mau Kerja Dimana Coba ??"...tapi pakai otak, lihat peluang dan lakukan...jangan cuma protes doang dan nunggu dicariin kerja pemerintah....emang pemerintah rakyatnya sampeyan doang...
Sampeyan berminat bisnis limbah ?
Coba tanya-tanya sendiri ke lapak 'Madura' terdekat ya om....
Load disqus comments

0 Comments