What If..

bersama pecahan-pecahan roti aku mengenangmu
maaf, jika aku tidak pernah bisa menemanimu dalam gundah hatimu ditaman semalaman
maaf, bila aku memilih berlari dan bersembunyi
menyangkalmu...
menyangkalmu...
dan menyangkalmu demi harga diriku saat orang-orang itu mencibir dan merendahkanmu

aku hanya bisa menatapmu dalam nanarku saat kau dihujat, dicaci, direndahkan

tanpa satupun kata terucapkan
belum ada sehasta aku berteduh dibayangmu
namun seringkali lupa bahwa aku selalu bersamamu,
meski aku tidak selalu berjalan mengikutimu

akulah yang tak perduli dengan hausmu...dengan keriap keringatmu
walau aku sedang bersisian denganmu
karena aku terlalu sibuk menawarkan daganganku....terlalu penuh dengan bisingnya duniaku
lalu setiap kali kau jatuh...aku tetap acuh tak acuh

aku hanya bisa memandangmu
yang tetap mampu memberikan berkatmu meski beban berat dipunggungmu
sementara aku,
seringkali malah berbangga diri dengan menambahkan beban yang kau pikul
saat duri makin menekanmu bersama cambukan-cambukan yg meluruhkanmu
bahkan mengusap peluhmu saja tidak pernah aku lakukan
aku ikut tertawa sambil melucuti jubah keagunganmu lalu membuang undi untuk serpihan imanku
tanpa pernah sadar kala aku ikut menancapkan paku ke tangan, kakimu dan tombak ke lambungmu
.....dan itu sangat melukaimu

ingatkan aku...ingatkan aku selalu
kala kau mampu berucap 'ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'
dan ijinkan aku memohon seujung kuku dari kekuatanmu
setidaknya...
agar aku mampu mengikhlaskan maafku untuk mereka yg menyalahiku
agar aku bisa menyerahkan cawan hidupku dalam naungan kerahimanmu
agar aku boleh ikut bangkit bersamamu dari kematian nuraniku



*catatan kecil setelah Paskah
Load disqus comments

0 Comments