Penentu Mahal atau Murahnya Harga Produk; Tentang Biaya Produksi atau Harga Pokok Produksi

Jika kita ingin berbicara harga jual sebuah produk (barang atau jasa), maka perhitungan mendasarinya adalah berapa Production Cost atau Biaya Produksi. Biaya Produksi pada intinya adalah ongkos yang diperlukan untuk membuat dan menghasilkan sebuah produk barang ataupun jasa. Perhitungan Biaya Produksi sendiri biasanya ditentukan dari 3 komponen perhitungan biaya sbb:
  • Biaya Material atau Bahan Baku
Biaya bahan baku (direct material) ditentukan dari harga material utama (dan material tambahan) yang diolah dalam perusahaan (in house) atau dapat diperoleh dari pembelian komponen per komponen yang kemudian diolah sendiri atau pembelian bahan jadi yang tinggal langsung olah. Contohnya seperti bahan baku Roti adalah tepung, telur dan gula pasir. Bahan baku mainan anak adalah plastik dan karet.
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Tenaga Kerja Langsung yang dihitung dari upah atau kompensasi yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang berkerja atau terlibat langsung dalam proses pembuatan barang.
  • Biaya Overhead Produksi
Biaya overhead produksi adalah biaya produksi yang merupakan kumpulan dari bermacam-macam biaya yang semuanya tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk atau aktivitas lainnya dalam upaya perusahaan untuk merealisasi pendapatan, misalnya biaya listrik (PLN), air, gas, sewa lokasi dan biaya-biaya lainnya.



Contoh kasus perhitungannya sebagai berikut :

  • Biaya Material
Bila sebuah komponen memerlukan bahan baku material besi type 7225R seharga Rp 49.000,- per kg, dari estimasi perhitungan berat, material tersebut seberat 217 kg. Sehingga biaya yang diperlukan untuk belanja material tersebut = 217 x Rp 49.000,- = Rp 10.633.000,-
  • Biaya Tenaga Kerja
Biaya Tenaga Kerja dihitung dari gaji UMK, misalnya 1 bulan 1 orang operator mesin gajinya Rp 4.200.000,-. Upah kerja per harinya sekitar Rp 162.000,-. Estimasi pengerjaan untuk membuat 1 pcs barang tersebut butuh 6 hari pengerjaan sehingga Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp 162.000,- x 6 =  Rp 972.000,-
  • Biaya Overhead Produksi
Untuk menghitung Biaya Overhead Produksi diperlukan variabel-variabel yang agak sulit untuk didapat angkanya secara pas karena fluktuatif kebutuhan pemakaian yang akan berbeda-beda untuk bulan yang berbeda. Lalu bagaimana cara menentukannya ? Untuk sebagian besar perusahaan, biaya overhead dihitung kurang lebih 10% dari total biaya keseluruhan produksi. 

Jadi total estimasi harga pokok sbb = Rp 10.633.000 + Rp 972.000 /0,9/0,6 (depresiasi mesin) = Rp 21.490.740. Dari Harga Pokok tersebut ada beberapa perusahaan yang kemudian menetapkan margin profit. Sehingga untuk perhitungan harga jual akan sebagai berikut = Harga Pokok + Margin Profit = Rp 21.490.740 + 15% HPP = Rp 25.283.224,4

Contoh kasus diatas hanya perhitungan estimasi saja lho....jadi apa yang saya tulis dalam artikel ini angka-angkanya jangan dijadikan patokan lho ya...

Monggo dihitung sendiri berapa harga yang pas kalau menurut sampeyan...
Load disqus comments

1 Comments: